Saturday, 1 October 2011

*28

Lantunan kerinduan berpelangi
menetas di cawan memutihkan,
semilir sapuan sang bayu
menghantar pucuk kampung daun,
ketika jejangmu meniti perbatasan malam
menetak gersang ladangmu,
aroma desahmu semalam masih tercium hangat
dilengkungan palungku


ketika tarian pedangmu
melilit tubuh kian membumi,
belantara dipersimpangan mengulam
kegelapan menebar halilintar,
menetes hamparan pekat darahku
ditanahmu tertetak cahaya membahana,
temaram kasih kian meredup mata
dipembaringan usang,
rangkaian laksana detak
enggema simpul membesi,,


tiang layar membentang salib menatah samudera,
seribu pintu merenda seribu jendela
dipelataran riwayat,


sebutir tetesan embun tersesap
aliran sungaimu membentang kuala,
jejak kemudi membelah arus lautan
tiada batas




:09




.

No comments:

Post a Comment