saat pelukan penuh kekuatan merembak makna tajam
ujung kapalmu membelah lautan menuai bentangan
layarmu memukat gemintang melukis mataku
ketika gelombang terlempar desah menyentuh sauh
lintasan langit tiang layar kucumbu luas lautanmu
lukisan lautanmu tadi malam menatah aroma sutera,
detak waktu menjurai gaun malam kehilangan singgasana
perjalanan kitab para raja tanpa mahkota,
sentuhan jemarimu mengukir setetes kosa tenggelam dunia,
ketika jantung meremang perbatasan dini hari
menitah arah dihamparan kertas,
ujung kapal seketika memecah buih menghantar
sunyi menari diatas candi namamu
ketika sapuan badai melempar putaran kematian,
semilir bayu menyentuh ranting meranti hutan,
bisamu tersesap jantung melukis makna
gemulai tubuh tertetak doa mantra,
bunga setaman mengembang ekor burung merak
melempar simponi sahara,
di atas tatanan halaman bermandi warna pelangi
menguntai hujan semalam mencintaimu sang mulia
:09
.
No comments:
Post a Comment