: sentuhan ujung bibirmu
menggenapkan hujan
terseret halilintar
sebutir pertapaan matahari menetas rembulan bercakrawala aksara,
ketika ujung sutera jemarimu menatah lingkaran bermakna,
serpihan hari memukau pembaringan panjang mentari pagi,
secarik hamparan asa menjulang diperbatasan Lingkaran,
sentuhan ujung bibirmu menggenapkan hujan terseret halilintar
gelombang lautanmu menggulung tali kemudi memuja dermaga,
kekuatan mantra mencadik layarmu terkembang,
kedua telapak tangan menghempas buritan bahtera beraroma bambu,
berkumandang desah diujung pintalan jemari merenda mimpi,
seketika arus menikahi lingkaran telingamu berjajar pelukan dinihari,
tajam pedang mata hati menggaris empat penjuru angin
bergetar sentuhan angin selatan memuja tiang dermaga,
perlahan sang saga tertetak tungku kekuatan mantra,
pesona lukisan gelombang tubuhmu tatahan perjalanan purba,
seberkah hamparan ladang berkitab kuntum bermekaran,
tikaman jemari tenggara menggaris empat penjuru angin,
semesta bertabuh gamelan jiwa mencandi
gelombang membiru lautan sukma
menyentuh Larmu bermega cakrawala menjejak cawan kerinduan,
aliran sungai darahku menikam mantra hasrat tatapan matamu,
Lingkaran purba mencumbu asa terusang torehan sendratari hujan,
balutan detak meremang semerbak setanggi bunga meluruh petirmu,
tenggelam getaran cahaya merentang gugusan antahberantah
menatah altar mencandi Lautan penantian makna kerinduan,
terbentang hujan merenda bara setanggi aromarumpun bambu,
membuncah cawan menikam pualam berjuta badai terbentang,
serpiha awan memahat hujan bersatin kelambu sutera
:12
.
No comments:
Post a Comment