:bertatah lengkungan
kemala bertajuk Karang,
ketika tubuh terbaring
dipelataran usang berkumandang,
langit senja
merenda kerinduan malam cintamu,
mengecup bibirmu
hujan bercåhaya
meredup lukisan mata,
melipat deras arus barat
melangkahi perbatasan selat
menguntai kekuatan aroma lautan
menggema lukisan gitamu
meronce enam baris nada lautan,
bertatah dua lengkungan
beraroma kemala bertajuk Karang,
membentang kekuatan gelora
semesta alam batu perlindungan,
sebaris puisi bertirai malam
tersentuh makna bentangan sayapmu,
selendang suteramu menetak penat mimpi
tersulam lilitan beruga
melantun maknamu menikahi purnama mataku
terpaku memuja kelam malam,
semalam meniti detik mengulam desah
menitah arah terang peraduan matahari,
berbalut purnama mencium parasmu
untaian benderang cakrawala hening,
membuka para kitab perjanjian dilembaran putih,
berbalut seutas tali pilihan
membiru melingkari pergelangan makna
simponi deburan ombak
melukis sekujur tungkai angin lautan,
sementara lampu bersolek
temaram senja berkumandang,
mencumbumu sukma tiada terhenti
diujung lingkaran rembulan
melengkung sabit purbamu,
saat ribuan malam
melintasi kerajaan antahberantah menggema,
memelukmu penuh kekuatan
bersayap kasih menetak penat,
ketika gemintang bertaburan kosa
berpalung memeluk lukisan punggungmu
:03
.
No comments:
Post a Comment