Thursday, 6 October 2011

*43

: setiap detak sYair nan berkumandang,,
membingkai perjalanan



sepuhan alam semesta
mengembangkan sayap kekuatan
penub makna,
sepercik api kebadian
tertuang dalam cadikmu membahana,
setetes perjalanan purbamu
sentuhan pertikaian langit membumi,
satu persatu tertiup angin
tercuci tirta


cadikmu menetak luas lautan membiru
dipenghujung satuan perjalanan,
serpihan nafasmu bentangan curahan hujan
letupan halilintar,
kecupan bibirmu
mengulam satin beraroma bambu semalam,
kelam malam tertikam benderang
antahberantah parasmu,
riakan awan mengundang matahari
terbenam nafas menghujam




:06



.

No comments:

Post a Comment