lengkungan langit ufuk timur menyentuhmu mentari,
setetes embunmu masih tercecap kerinduan semalam,
sutera ujung jemarimu melempar dua kata
kerinduan tergenapkan,
perlahan menggeliat diperaduan menatah sederet cahaya
menyelinap desah dirongga ruang waktumu
ketika matamu perlahan menggeliat dipelukan hawa,
para busur merenggang kekuatan memanah hujan cinta,
Lengkungan cadikmu mengepul kosa berawan
menggema menyentuh langit,
senja kala merangkai noktah karang memutihkan pasirmu,
lautanmu melempar deburan mencumbu buih ombak,
senja bersimpul parasmu menghirup hangat cecap hujan,
separuh jiwaku berlarilah memukau biduk
bernoktah sebait kenangan
mayangmu mengurai kasih merenda
kekuatan alam direlung terdalam,
lingkaran cadikmu menetak tiada
desah malam menuai makna getaran ,
simponi burung malam menghatar dini hari
membalut kerinduan antahberantah,
gemericing susunan gelang lingkaran
jenjangmu melukis kesempurnaan alam,
dipenghujung lautanmu sauh menggenggam tirta
membening hasrat bermakna,
tatapan matamu penuh kekuatan menembus jantung
langit perlahan menetak awan kelam
diputaran waktu sang angin selatan,
seketika menjelma tarian hujan
dipenghujung sayap menggema kerinduan tergenapkan,
keretamu menrenda langkah kerinduan
bara api didepan tatahan kilatmu,
ketika singgasana melepaskan
makna lukisan istiadat purba,,
menggeliat lengkungan kelopak sudut mutiaramu berbinar,
hujan kasih semalam menghiasai danau sukmamu,
pendakian terjal menulis kosa berbait makna belantara
diatas tanah basah di bawah langit sehabis hujan,
seketika jantungku tersesap dilorong purba berbatu,
hembusan angin malam perlahan mencumbu desah pagi,
antahberantah:
sept-2011
.
No comments:
Post a Comment